CERITA SEBELUMNYA...
"Akhirnya
pelajaran cepat berlalu ya, Ken. Aku ketakutan setengah mati pada
Riyuuki" kata Asaka kepada Ken yang sibuk mengemasi barang-barangnya.
Tiba-tiba ada seseorang yang mendekati mereka..
-----------------------------------------------------------------------------------
"Kenapa kau takut padaku?" terdengar suara dingin seorang anak perempuan. Ken dan Asaka pun membalikkan badan mereka untuk melihat siapa yang berbicara. "Ri-Riyuuki? Ke-kenapa ka-kamu ada di-disini?" tanya Asaka. Dia sangat ketakutan. "Hmm. Aku memang suka pulang paling akhir. Memangnya kenapa kau takut padaku? Memangnya aku menakutkan" tanya Riyuuki yang agak heran melihat Asaka yang gemetaran. 'Ternyata dia ramah. Manis juga' batin Ken. "A-aku ta-takut padamu ka-ka-karena penampilanmu yang mi-misterius. A-aku ta-takut dengan hal-hal mi-misterius" jawab Asaka dengan terbata-bata. "Kau tak perlu takut padaku. Aku memang sedikit menakutkan karena..." Riyuuki tak melanjutkan kata-katanya. Dia takut kalau rahasianya terbongkar. "Karena apa?" kali ini Ken yang bicara. "Kau akan tau nanti" jawaban Riyuuki tidak membuat Ken puas. "Ngomong-ngomong nama kalian siapa?" tanya Riyuuki. "Namaku Ken Hariko. Panggil saja Ken. Dan ini sahabatku, Asaka Hikari. Panggilannya Asaka" Ken memperkenalkan dirinya dan Asaka karena Asaka masih belum berani bicara dengan Riyuuki. "Nama-nama yang bagus" puji Riyuuki. Sejenak mereka terdiam. Suasana terlihat canggung sekali. "Riyuuki, kami pulang duluan, ya, sudah beranjak sore" pamit Ken. "Iya. Hati-hati dijalan, ya!" jawab Riyuuki. Ken pun menarik tangan Asaka yang terpaku dihadapan Riyuuki. "Asaka!" panggil Riyuuki. "Apa?" kali ini Asaka mulai berani berbicara. "Kau jangan takut padaku lagi, ya" kata Riyuuki. Asaka pun membalasnya dengan senyuman.
-----------------------------------------------------------------------------------
"Kenapa kau takut padaku?" terdengar suara dingin seorang anak perempuan. Ken dan Asaka pun membalikkan badan mereka untuk melihat siapa yang berbicara. "Ri-Riyuuki? Ke-kenapa ka-kamu ada di-disini?" tanya Asaka. Dia sangat ketakutan. "Hmm. Aku memang suka pulang paling akhir. Memangnya kenapa kau takut padaku? Memangnya aku menakutkan" tanya Riyuuki yang agak heran melihat Asaka yang gemetaran. 'Ternyata dia ramah. Manis juga' batin Ken. "A-aku ta-takut padamu ka-ka-karena penampilanmu yang mi-misterius. A-aku ta-takut dengan hal-hal mi-misterius" jawab Asaka dengan terbata-bata. "Kau tak perlu takut padaku. Aku memang sedikit menakutkan karena..." Riyuuki tak melanjutkan kata-katanya. Dia takut kalau rahasianya terbongkar. "Karena apa?" kali ini Ken yang bicara. "Kau akan tau nanti" jawaban Riyuuki tidak membuat Ken puas. "Ngomong-ngomong nama kalian siapa?" tanya Riyuuki. "Namaku Ken Hariko. Panggil saja Ken. Dan ini sahabatku, Asaka Hikari. Panggilannya Asaka" Ken memperkenalkan dirinya dan Asaka karena Asaka masih belum berani bicara dengan Riyuuki. "Nama-nama yang bagus" puji Riyuuki. Sejenak mereka terdiam. Suasana terlihat canggung sekali. "Riyuuki, kami pulang duluan, ya, sudah beranjak sore" pamit Ken. "Iya. Hati-hati dijalan, ya!" jawab Riyuuki. Ken pun menarik tangan Asaka yang terpaku dihadapan Riyuuki. "Asaka!" panggil Riyuuki. "Apa?" kali ini Asaka mulai berani berbicara. "Kau jangan takut padaku lagi, ya" kata Riyuuki. Asaka pun membalasnya dengan senyuman.
SAAT PERJALANAN PULANG...
"Ternyata dia baik juga, ya" kata Ken. "Iya, Ken. Aku sempat malu karena terlalu takut padanya" sahut Asaka. "Eh, ngomong-ngomong kenapa Riyuuki tak meneruskan kata-katanya waktu dia melarangmu untuk tidak takut padanya?" tanya Ken penasaran. "Mungkin dia mempunyai suatu rahasia" jawab Asaka. Ken pun semakin penasaran. Sebenarnya rahasia apa yang dimiliki Riyuuki? Apakah dia benar-benar siluman? Atau berita itu tak nyata? Ken terus memikirkannya sampai malam.
MALAMNYA...
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 11.30 malam. Ken belum juga tidur. Dia pun membuka jendela untuk mendapatkan angin karena angin bisa membuatnya cepat tidur. Ken pun memandang bukit yang berada didekat rumahnya. Pandangannya tertuju pada puncak bukit. "Hei, siapa anak yang malam-malam begini diatas bukit?" kata Ken yang tiba-tiba melihat sesosok anak perempuan yang berada diatas bukit. Tiba-tiba anak itu berubah menjadi seekor Rubah. 'Siluman!' batin Ken. Jangan-jangan..
BERSAMBUNG...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar