"Hei, kau
sudah denger berita baru belum?" tanya Asaka pada Ken yang asyik melamun.
Asaka Hikari dan Ken Hariko memang teman akrab, bisa dibilang sahabat. Mereka
terlihat selalu bersama.
"Berita
apa?" Ken berbalik tanya karena memang tak tahu berita apapun.
"Huh, dasar
si ketinggalan berita! Kelas kita akan kedatangan murid baru tahu!" jawab
Asaka yang agak kesal pada sahabatnya itu.
"Heh? Murid
baru?" Ken sedikit terkejut. Memang baru tahun ini sekolah mereka
kedatangan murid baru.
"Iya, Ken.
Tapi, aku dengar-dengar murid baru yang besok datang itu sifatnya misterius dan
selalu hilang pada akhir bulan Oktober. Katanya sih, dia itu siluman, tapi tak
tahu siluman apa" Asaka menjelaskan dengan sedikit takut.
"Sudahlah.
Kita tunggu besok saja. Dan kita juga akan menyelidiki anak baru itu" kata
Ken yang tertarik dengan hal-hal misterius.
ESOKNYA...
"Lihatlah ke
ruang Kepala Sekolah, Asaka! Mungkin dia murid barunya" kata Ken yang
tiba-tiba melihat anak perempuan yang berada di ruang Kepala Sekolah.
Penampilannya gothic. Rambutnya yang sebatas bahu dan berwarna biru tua gelap
terurai begitu saja. Poni panjangnya yang menutupi mata kirinya semakin membuat
gadis itu menakutkan.
"Kau benar,
Ken. Dia terlihat menakutkan" Asaka mulai merinding. Dengan tiba-tiba,
anak perempuan itu menatap mereka dengan tajam. Ternyata ia sudah selesai
berbicara. Pandangannya terlihat dingin, seolah udara disekitar mereka menjadi
es. Ken melirik sahabatnya. Tangan Asaka tampak meremas-remas tasnya. Wajahnya juga
memutih. Pucat. Asaka memang sangat ketakutan. Melihat Asaka yang pucat, Ken
pun memilih tersenyum pada anak perempuan itu agar suasana tidak terlalu tengang
dan membuat Asaka tidak menanggapinya berlebih. Anak perempuan itu membalas senyum
Ken dengan senyuman dinginnya. Dia jarang
tersenyum, pikir Ken tiba-tiba. Entahlah kenapa dia tiba-tiba memikirkan
itu. Mungkin karena senyum gadis misterius itu terlalu kaku. Tak lama kemudian,
Asaka dan Ken beranjak meninggalkan anak perempuan itu dan segera menuju ke
kelas karena bel telah berbunyi.
"Selamat pagi
anak-anak" sapa sensei dengan
wajah cerah.
"Selamat
pagi, sensei!" semua murid balas
menyapa guru yang berumur sekitar 30 tahunan itu. Kompak.
"Hari ini
kita kedatangan anggota baru di kelas ini" kata Pak Kireyo. Anak-anak di
kelas itu pun sibuk berbisik-bisik. Ken mengangkat kepalanya dengan cepat.
"Asaka,
jangan-jangan anak yang tadi..." Ken sengaja tidak melanjutkan ucapannya.
"Oh, tidak.
Dia pasti duduk di bangku antara kita. Ken, aku takut!" Asaka panik.
Diantara mereka memang ada satu bangku kosong yang tak terpakai. Sensei pun mempersilahkan anak itu untuk
masuk kedalam kelas. Dari pintu, terlihat anak perempuan yang cukup misterius.
Dialah anak yang dilihat Ken dan Asaka di ruang Kepala sekolah.
"Dia bernama
Riyuuki Hazagawa. Sensei harap kalian
bisa membantunya menyesuaikan diri di sekolah ini" kata sensei memperkenalkan anak baru itu. "Nah,
Hazagawa-san, kau bisa duduk di bangku kosong antara Ken Hariko dan Asaka
Hikari. Disana" suruh sensei pada
gadis bernama Riyuuki Hazagawa itu sambil menunjuk satu-satunya bangku yang tak
terpakai. Ken memandang Riyuuki. Menurut Ken, Riyuuki adalah cewek yang
misterius, cuek, pendiam, dan pintar. Kalau menurut Asaka, jangan ditanya lagi.
Asaka mengganggap gadis itu adalah malaikat kematian yang ingin mencabut paksa nyawanya.
SETELAH
PELAJARAN BERAKHIR...
"Akhirnya pelajaran cepat berlalu ya, Ken. Aku ketakutan setengah mati pada anak baru " kata Asaka kepada Ken yang sibuk mengemasi barang-barangnya. Tiba-tiba ada seseorang yang mendekati mereka..
BERSAMBUNG...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar